4 Fakta Tentang Sayur Organik yang Perlu Anda Ketahui

Saat ini, semakin banyak supermarket atau pedagang yang membedakan label dan penjualan sayur organik dengan non-organik, padahal bentuknya hampir sama. Sebenarnya, apa sih yang membedakan antara sayur organik dengan sayur biasa?  

Tren hidup sehat yang makin meningkat mendorong masyarakat untuk mengonsumsi sayuran organik daripada non-organik. Hal Ini karena sayur organik dianggap lebih aman untuk dikonsumsi, karena tidak mengandung residu pestisida sebanyak sayur non-organik.

Ini Fakta Tentang Sayur Organik yang Perlu Anda Ketahui - Alodokter

Sayur organik adalah sayur yang dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia apa pun, baik saat proses pemupukan maupun saat penyemprotan hama. Kata “organik” sendiri  mengacu pada cara para petani dalam menanam dan memproses produk-produk agriculture, seperti buah, olahan susu, dan yang pasti sayur organik.

Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi pada produk pertanian agar bisa disebut sebagai sayur organik, apa saja ya?

  • Prosesnya tidak menyumbang polusi
  • Menyediakan habitat yang sehat dan aman
  • Meningkatkan kualitas air dan tanah
  • Terdapat siklus berkelanjutan pada sumber daya yang ada di perkebunan
  • Menjaga dan melindungi kualitas tanah menggunakan bahan organik, seperti pupuk organik dan aktivitas biologis lainnya
  • Menjaga nutrisi tanaman secara alami untuk mendorong mikroorganisme
  • Menggunakan bahan-bahan alami tanpa bahan kimia untuk merawatnya
  • Menggunakan metode rotasi tanaman untuk mengendalikan hama
  • Selalu menjaga ekosistem dengan memperhatikan alam sekitar

Selain itu, terdapat juga beberapa aktivitas yang dilarang dalam proses penanaman sayur organik, diantaranya:

  • Penggunaan pupuk sintetis untuk menyuburkan tanah
  • Penggunaan pestisida sintetis untuk mengendalikan hama
  • Pemaparan radiasi untuk mengusir hama atau membuat hasil panen awet
  • Penggunaan antibiotik atau hormon pertumbuhan (pada ternak)

 

Apa, sih, yang membedakan Sayur Organik dengan Sayur Non-organik?

Secara umum, perbedaan antara sayur organik dan non-organik dapat dilihat dari beberapa hal berikut ini:

1. Pemilihan bibit

Bibit atau benih sayur organik diperoleh dari teknik budidaya tanaman alami, sedangkan bibit sayur non-organik bisa diperoleh dari hasil rekayasa atau persilangan genetik.

2. Proses pengolahan tanah

Tanah tempat sayur organik ditanam umumnya diolah seminimal mungkin, sehingga organisme yang ada di dalamnya masih bisa hidup. Keuntungan lain dari proses ini adalah berkurangnya risiko kerusakan tanah.

3. Penggunaan pupuk

Sebagian besar pemupukan sayur organik menggunakan pupuk kandang dan kompos buatan sendiri, sementara pemupukan sayur non-organik menggunakan pupuk kimia buatan pabrik.

4. Pengendalian hama

Untuk mengendalikan serangan hama, sayur organik tidak menggunakan zat kimia, seperti pestisida, tapi hanya menggunakan teknik alami untuk mengurangi serangan hama. Hanya saja, hasil panennya tidak selalu berhasil, karena serangan hama masih tetap mungkin terjadi. Faktor inilah yang membuat harga sayur organik menjadi lebih mahal dibandingkan sayur biasa.

 

Fakta Nutrisi yang Perlu Anda Ketahui

Sebagian orang mengklaim bahwa rasa sayur organik lebih enak. Selain dari hal rasa, sayur organik juga dikatakan memiliki kadar antioksidanvitamin C, zat besi, dan zinc yang lebih tinggi daripada sayur non-organik. Namun, hal ini masih perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.

Banyak contoh dari sayur organik itu sendiri, loh, seperti :

  1. Brokoli

(Source : pinterest)

Dilansir dari Alodokter, sayuran hijau yang lebih mirip pohon dalam bentuk mini ini, memiliki segudang nutrisi yang baik untuk kesehatan, seperti serat dan antioksidan yang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan mencegah plak dalam pembuluh darah.

Kandungan vitamin C  dan antioksidan lain di dalam brokoli hijau juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sistem imunitas tubuh yang kuat dapat membantu tubuh Anda melawan infeksi.

Selain dua zat tersebut, ada juga kandungan zat sulforaphane yang diyakini dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, seperti kanker usus besar dan kanker paru-paru, loh. Wah, keren banget, kan?

 

2.  Kubis

(Source : pinterest)

Kubis ini merupakan sayuran yang menyajikan berbagai manfaat dalam bidang kesehatan, salah satunya adalah melancarkan sistem pencernaan karena mengandung kandungan serat terbaik untuk menunjang kerja sistem pencernaan Anda.

Kandungan zat kalium mampu menurunkan tekanan darah pada penderita Hypertensi karena embantu untuk mengeluarkan kelebihan garam (natrium) di dalam tubuh melalui urin, sekaligus melemaskan ketegangan pada dinding pembuluh darah. Bagaimana, nih, sudah tertarik untuk mengonsumsi?

 

3. Bayam

(Source : pinterest)

Bayam merupakan sayuran yang terkenal dengan kandungan kaya zat besi sehingga dapat mencegah anemia. Disisi lain, sayuran ini juga mengandung oksalat yang dapat menghambat penyerapan zat besi sehingga diperlukan bantuan Vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.

Kandungan karotenoid yang ditemukan pada bayam, seperti beta karoten, lutein, dan zeaxanthin, mampu melindungi Anda terhadap penyakit penglihatan terkait usia, misalnya rabun senja dan degenerasi makula.

 

4. Lettuce (Selada)

(Source : pinterest)

Sayuran hijau ini mengandung asam folat yang dapat menjaga kesehatan jantung. Selain asam folat, terdapat kandungan Vitamin A dan C juga, loh, yang berfungsi sebagai antioksidan sehingga mampu membantu melawan Anda dari radikal bebas sekaligus mencegah kerusakan sel-sel yang bisa berujung pada kerusakan jantung.

Selain berfungsi sebagai antioksidan, Vitamin A dan C dapat membantu regenerasi kulit, loh, karena mampu membuat kulit Anda menjadi lebih sehat, kencang, dan lembut.

 

5. Seledri

(Source : pinterest)

Kandungan kalium yang terdapat pada sayuran ini mampu menurunkan tekanan darah tinggi atau hypertensi. Rutin mengonsumsi olahan seledri mampu mencegah Anda dari risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, seperti kubis, kandungan kalium yang ada di dalam daun seledri ini mampu menurunkan kadar lemak jahat.

Daun seledri ini juga punya zat anti inflamasi, loh, sehingga mampu meringankan gejala radang sendi, reumatik, hingga asam urat. Mengonsumsi daun seledri secara rutin mampu mengurangi intensitas dan lamanya radang sendi.

 

 

Walaupun sayur organik memiliki segudang keunggulan, tetap perhatikan kebersihan dan kesegaran sayur organik sebelum Anda mengonsumsinya. Selalu cuci terlebih dulu semua sayuran yang ingin Anda konsumsi dengan air mengalir. Selain itu, kupas dan buanglah lapisan terluar dari sayuran sebelum Anda mengolah atau mengonsumsinya.

Terlepas dari beragam keunggulan sayur organik, mengonsumsi sayur secara rutin setiap hari sangat dianjurkan, baik itu sayur organik maupun non-organik. Jika diolah dengan benar, sayur biasa juga tidak kalah sehatnya, kok. Bila Anda masih ragu, tanyakan langsung kepada dokter mengenai jenis sayur yang baik untuk dikonsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Bantuan? Ingin Konsulasi? Hubungi Kami