6 Tips Berkebun Saat Pandemi COVID-19, Siapa Takut?

berkerbun saat covid-19

Pandemi Virus Corona (COVID-19) pasti membuat kita menghabiskan banyak waktu di rumah. Situasi seperti ini sudah pasti membuat kita lebih cepat bosan karena hanya melakukan kegiatan yang monoton. Disisi lain, kondisi demikian mendorong kita untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengatur pola makan lebih baik agar terhindar dari bahaya virus COVID-19.

Situasi dan kondisi tersebut menjadi pemicu utama semakin maraknya berkebun dengan sistem hidroponik. Namun, apakah Anda tahu sistem hidroponik yang sedang menjadi tren sekarang ini?

Ya, salah satu yang paling popular adalah Wick System. Apa, sih Wick System ini?

Jadi, dalam dunia hidroponik, Wick System merupakan sistem hidroponik statis atau pasif yang mengandalkan prinsip kapilaritas air melalui penggunaan sumbu sebagai perantara. Mudahnya, alasan dibalik nama Wick System atau Sistem Sumbu dikarenakan nutrisi yang diterima oleh akar dialirkan melalui sumbu.

Wick System sudah dikenal menjadi sistem berkebun secara hidroponik yang paling mudah dan sederhana. Hanya menggunakan alat-alat yang simple bahkan dapat menggunakan bahan-bahan recycle.

Hal baiknya, untuk para pemula yang merasa belum ahli dalam berkebun atau memiliki lahan yang kecil, jangan berkecil hati dulu. Wick system ini merupakan jawaban yang tepat karena biayanya yang terjangkau dan tidak perlu lahan yang luas. Alasan inilah yang membuat orang berbondong-bondong tertarik dan mencoba sistem wick ini dan menjadi tren di kalangan penggemar hidroponik selama pandemi COVID-19 ini.

Lantas, keunggulan lain dari sistem ini apa saja, ya?

  1. Tidak memerlukan perawatan khusus.
  2. Tanaman mendapatkan supply air secara kontinyu.
  3. Mudah dirakit karena menggunakan bahan yang sederhana.
  4. Tidak tergantung aliran listrik.
  5. Portable—dapat dipindahkan dengan mudah karena wadahnya berukuran tidak terlalu besar.

Selain itu, terdapat beberapa tips yang patut diperhatikan ketika akan berkebun menggunakan Wick System ini supaya sayuran hidroponik yang anda tanam menggunakan sistem wick ini mampu tumbuh secara optimal, diantaranya :

  • Menggunakan bahan yang tahan panas

Lebih baik menghindari menggunakan bahan-bahan besi, seperti kaleng atau seng. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan bak plastik atau bak berbahan sterofoam.

  • Jarak tanam jangan terlalu dekat

Tips yang satu ini, tergantung berdasarkan jenis tanaman yang akan ditanam. Jadi sebaiknya Anda mencari tahu dahulu berapa jarak tanam yang optimal untuk jenis tanaman yang akan Anda tanam.

  • Jarak pot ke larutan nutrisi usahakan tidak lebih dari 1 cm

Tips ini bermaksud agar ketika akar tanaman keluar dari sumbu, tanaman Anda bisa segera terkena larutan nutrisi. Sehingga akar yang baru tumbuh tidak sampai kering karena jarak yang terlalu jauh dengan larutan nutrisi.

  • Aduk larutan nutrisi setidaknya 1 kali sehari

Apabila Anda tidak menggunakan aerator sebagai alat bantu, Anda dapat mengaduk larutan nutrisi menggunakan tangan atau alat steril apapun minimal 1 kali sehari, ya.

  • Gunakan bak larutan yang tidak tembus sinar matahari

Manfaat menggunakan bak untuk larutan nutrisi yang tidak tembus dari sinar matahari dimaksudkan supaya pertumbuhan lumut tidak banyak. Selain secara visual tidak menarik juga akan berakibat pada sayuran yang ditanam sehingga menyebabkan pertumbuhan yang kurang optimal.

  • Ganti air setidaknya 1 kali seminggu untuk menghindari tumbuhnya jentik-jentik nyamuk

Last but not least, tips yang paling akhir ini tidak kalah penting untuk dilakukan. Mengganti air minimal 1 kali dalam seminggu dapat membantu Anda dan keluarga mencegah timbulnya jentik-jentik nyamuk.

Panduan Budidaya

  1. Potong rockwool dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm dan letakkan dalam wadah semai.
  2. Basahi rockwool dan buat lubang sedalam 0,5 – 1 cm.
  3. Masukkan 1 benih ke dalam setiap lubang pada rockwool.
  4. Jaga kelembaban dengan menyiram rockwool hingga bibit tumbuh 2 daun.
  5. Ketika umur 2 – 3 minggu bibit siap pindah tanam ke dalam bak nutrisi hidroponik.
  6. Masukkan bibit dalam net pot dan pasangkan sumbu flannel menyentuh dasar
  7. Atur net pot di atas tutup bak nutrisi dan isi air baku ke dalam bak nutrisi sebanyak 5 liter.
  8. Beri nutrisi pupuk AB mix ke dalam bak nutrisi hidroponik.
  9. Periksa dan sesuaikan keadaan air serta nutrisi menggunakan TDS meter setiap harinya hingga panen.

Benih tanaman yang dapat ditanam biasanya adalah herbs, seperti daun mint dan rosemary sementara untuk sayuran, seperti sawi, pakcoy, bayam, kangkung, dan segala jenis lettuce atau selada.

Lebih lengkapnya, panduan budidaya Wick System ini dapat dilihat pada web ortani.id. Harganya pun terjangkau. Hanya Rp85.000,- Anda sudah mendapatkan satu set paket tanam Wick System 9 lubang dari ortani.id, nih. Selain itu, jika Anda merasa kesulitan atau butuh bantuan, Anda dapat langsung berkonsultasi melalui Whatsapp.

Tidak perlu takut, kan, untuk berkebun selama pandemi COVID-19?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *