PUPUK SAWIT MYCOGROW, PUPUK MIKORIZA MENCEGAH GANODERMA. Targetkan Replanting 75.000 ha

pemupukan kelapa sawit menggunakan pupuk organik mycogrow

Saat ini serangan jamur ganoderma di kebun sawit menjadi momok. Ganoderma menjadi hantu yang menakutkan bagi petani. Tanah dan kebun sawit yang sudah terkena ganoderma. Sangat bahaya karena sawit bisa gagal total. Karena ganoderma bisa mengakibatkan kebun tidak bisa produksi.

Kebun sawit yang saat ini sedang replanting.

Harus memperhatikan kondisi tanah lahan. Apakah ada gejala serangan ganoderma? Kalo ada gejala ganoderma. Maka harus segera di antisipasi. Apalagi saat ini pemerintah sedang menjalankan Program Sawit Rakyat (PSR). Replanting program PSR. Dari BPDPKS targetkan replanting 75.000 ha kelapa sawit 2020.

Keberhasilan tanam ulang kebun sawit di pengaruhi beberapa faktor. Salah satunya kondisi tanah dalam kebun sawit rakyat . Jangan sampai lengah dari bahaya ganoderma. Untuk mencegah dan mengobatinya. Bisa diaplikasikan pupuk hayati Mycogrow. Mycogrow Pupuk sawit yang bisa mencegah dan mengobati ganoderma.

Beberapa petani sawit rakyat dan kebun sawit besar sudah banyak menggunakan pupuk mikoriza. Pupuk mikoriza Mycogrow efektif mencegah ganoderma. Dan pupuk organik mycogrow bisa memperbaiki kondisi biologis tanah.

Sehingga tanah menjadi sehat. Dan tanaman bisa tumbuh optimal. Dan terbebas dari berbagai serangan jamur. Jamur ganoderma yang mengancam kebun.

Di Palembang. Aplikasi pupuk mycogrow menunjukan respon yang bagus. Pertumbuhan tanaman menjadi cepat. Karena selain mengandung mikoriza. Pupuk mycogrow juga mengandung humic acid. Yang bisa memacu pertumbuhan bibit.

Asam humus (humic acid) yang terkadang dalam humate bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena : (a) terjadi peningkatan energi sel tanaman yang menghasilkan aktifitas intensifikasi proses pertukaran ion yang mempercepat pertumbuhan sistem akar dan membuat akar lebih panjang; dan (b) terjadi peningkatan penetrasibilitas (kemampuan penyerapan) membran sel tanaman yang memudahkan nutrisi untuk terserap ke dalam sel serta mempercepat proses pernapasan (respirasi) tanaman.

GEJALA DAN TANDA PENYAKIT

Gejala awal penyakit sulit dideteksi karena gejala eksternal perkembangannya yang lambat . Pada tanaman kelapa sawit muda (TBM), gejala penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang dapat diamati dari luar adalah adanya daun yang menguning pada satu sisi, atau adanya bintik-bintik kuning dari daun yang lebih pendek, yang kemudian diikuti dengan nekrosis (Singh, 1991). Pada daun yang baru membuka nampak lebih pendek dibandingkan daun normal lalu mengalami klorosis dan bahkan mengalami nekrosis. Seiring penyakit ini terus berkembang, tanaman nampak pucat keseluruhan, pertumbuhan lambat dan daun tombak yang tersisa tidak membuka.

Gejala serupa juga dapat dilihat pada tanaman menghasilkan (TM) , terdapat beberapa daun tombak tidak terbuka dan kanopi daun umumnya pucat. Daun yang terserang kemudian mati dimana nekrosis dimulai pada daun yang paling tua dan merambat meluas ke atas ke arah mahkota daun. Tanaman kemudian mati dimana daun kering terkulai pada ujung pelepah pada batang atau patah tulang di beberapa titik sepanjang malai, dan menggantung ke bawah seperti “rok wanita”. Umumnya apabila gejala pada daun terus diamati biasanya akan ditemukan bahwa setidaknya satu setengah bagian jaringan batang bawah telah mati diserang cendawan. Apabila tanaman belum menghasilkan terinfeksi, biasanya akan mengalami kematian dalam kurun waktu 6-24 bulan sejak munculnya gejala pertama, sedangkan pada tanaman Elaeis menghasilkan kematian terjadi antara 2-3 tahun kemudian setelah infeksi.

Morfologi Ganoderma

Secara makroskopis, awalnya tampak sebagai salah satu bonggol kecil berwarna putih dan berkembang menjadi berbentuk seperti kipas, tebal dan keras. Terkadang tubuh buah seperti mempunyai tangkai. Letaknya sendiri berdekatan, saling menutup atau saling bersambungan sehingga menjadi sebuah susunan besar. Warna permukaan atas tubuh buah bervariasi. Mulai dari cokelat muda sampai cokelat tua, biasanya tampak mengkilat, khususnya pada waktu masih muda.

Pada permukaan paling luar berwarna putih kekuningan, permukaan bawahnya berwarna putih. Uniknya, ada beberapa jenis jamur sawit ini jika disentuh akan segera berubah menjadi kelabu kebiruan dan lapisan bawah tubuh buah terdiri atas lapisan pori, tempat terbentuknya basidium dan basidiospora

Penyebaran Penyakit Ganoderma

Ada beberapa model penyebaran infeksi ketika ingin menumbangkan tanaman penghasil CPO ini. Ganoderma cukup lihai dan ahli dalam menyusun strategi untuk melumpuhkan pohon tempat mereka tinggal. Silakan disimak model penyerangan penyakit ini.

1. Kontak Akar ke Akar

2. Penyebaran Melalui Spora

3. Penyebaran dari Inokulum Sekunder

Terus Menyerang Sampai Mati?

Serangannya pada kelapa sawit menjadi dominan karena terjadi ketidakseimbangan agroekosistem di perkebunan kelapa sawit. Ketidakseimbangan tersebut merupakan akibat dari tidak adanya mikroorganisme kompetitor dalam tanah dan hilangnya predator yang dapat membantu menyeimbangkan agroekosistem tanah. Hilangnya predator tersebut disebabkan karena penggunaan pupuk kimia, pestisida, herbisida secara berlebihan sehingga terjadinya residu bahan kimia yang dapat merusak lingkungan air dan tanah.

Morfologi Ganoderma

Secara makroskopis, awalnya tampak sebagai salah satu bonggol kecil berwarna putih dan berkembang menjadi berbentuk seperti kipas, tebal dan keras. Terkadang tubuh buah seperti mempunyai tangkai. Letaknya sendiri berdekatan, saling menutup atau saling bersambungan sehingga menjadi sebuah susunan besar. Warna permukaan atas tubuh buah bervariasi. Mulai dari cokelat muda sampai cokelat tua, biasanya tampak mengkilat, khususnya pada waktu masih muda.

Pada permukaan paling luar berwarna putih kekuningan, permukaan bawahnya berwarna putih. Uniknya, ada beberapa jenis jamur sawit ini jika disentuh akan segera berubah menjadi kelabu kebiruan dan lapisan bawah tubuh buah terdiri atas lapisan pori, tempat terbentuknya basidium dan basidiospora

Taksonomi

Agar gambaran jamur ini semakin jelas, berikut adalah taksonomi (berdasarkan Agrios [1996]) jamur penyebab penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) pada sawit.

  • Kingdom : Fungi
  • Phylum : Basidiomycota
  • Classis : Basidiomycetes
  • Subclass : Agaricomycetidae
  • Ordo : Polyporales
  • Family : Ganodermataceae
  • Genus : Ganoderma
  • Spesies : Ganoderma sp.

Gejala Tanaman Sawit Terkena Jamur Ganoderma

Lebih baik mencegah daripada mengobati, lebih baik mengenali 7 tanda berikut, siapa tau memang pohon Anda sudah terjangkit penyakit Busuk Pangkal Batang akibat jamur Ganoderma.

1. Lihat Daunnya

Sudah dipupuk kok daunnya kelihatan buram dan kusam? Pohon sehat pasti memiliki pertumbuhan vegetatif tanaman lebih baik, dimana warna daun lebih hijau mengkilat. Akan tetapi jika Anda menemukan warna daun yang buram tidak mengkilat, layu seperti kekurangan air, warna daun menguning, serta terdapat bercak-bercak kuning pada daun (nekrosis), kemungkinan besar tanaman sawit tersebut terinfeksi jamur Ganoderma stadium 1, jika tidak segera diakukan pengendalian dengan CHIPS®, maka dipastikan tanaman mengalami peningkatan stadium.

2. Muncul Miselia Benang-Benang Putih

Gejala ini sudah memasuki stadium 2 dari penyakit Busuk Pangkal Batang. Munculnya bisa dilihat dari tumbuhnya benang-benang putih pada pangkal batang dan akar. Pertumbuhan miselia juga menjadikan keadaan daun menjadi kering (nekrosis pada ujung daun).

3. Munculnya Basidiokarp di Akar dan Pangkal Batang

Hati-hati ketika melihat daerah seputar akar dan pangkal batang menemukan bentuk menyerupai basidiokarp jamur. Kalau basidiokarp muncul, maka penyakit pangkal busuk pada tanaman sawit Anda sudah mencapai stadium 3. Ibarat penyakit kanker, cukup mengerikan bukan? Apabila tidak segera diakukan pengendalian dengan CHIPS®, maka dipastikan tanaman memasuki stadium 4 dan pohon akan tumbang.

4. Munculnya Tiga (3) Daun Tombak

Seramnya serangan jamur ini semakin parah kalau Anda menemukan tiga (3) daun tombak yang tidak membuka pada pucuk serta berpatahannya pelepah dan anak daun yang mengering.

5. Pelepah Berpatahan

Tingkatkan kewaspadaan Anda kalau sudah menemukan pelepah pada tingkat 4, 5, dan 6 sudah berpatahan. Seluruh daun juga akan berpatahan dan menggantung di pohon. Biasanya pada tahap stadium tersebut, pohon sawit Anda sebenarnya tinggal menunggu matinya saja. Kalau gejala ini muncul, dan tidak segera diakukan pengendalian dengan CHIPS®, maka dipastikan tanaman sudah memasuki stadium 4 ini akan mati.

6. Pohon Tumbang

Tumbangnya pohon menandakan bahwa serangan infeksi Ganoderma ini sudah cukup lama. Jika sudah ada yang terjadi seperti ini, maka perlu dilakukan tindakan lebih cepat pada pohon yang berada diareal perkebunan tersebut. Tindakan ini bertujuan agar tidak mengalami percepatan serangan Ganoderma terhadap pohon lainnya yang akhirnya akan memperbanyak jumlah pohon yang tumbang di areal perkebunan tersebut.

Tantangan Masa Depan

Menjelang tahun 2030 pangsa perkebunan Elaeis diproyeksikan meningkat menjadi 60 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit nasional. Oleh karena itu masa depan Indonesia terletak pada perkebunan sawit rakyat.

Namun demikian, perkebunan kecil masih menghadapi dua tantangan utama, yaitu (a) bagaimana meningkatkan produktivitas dan (b) pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan. Upaya peningkatan produktivitas dari 3 ton / ha minyak (CPO + PKO) menjadi 5-7 ton / ha memerlukan strategi penanaman kembali dan peningkatan kultur teknis secara bersamaan.

Pengembangan industri perkebunan di Indonesia tidak selamanya mulus, lantaran kerap kali dihadapkan pada hambatan dagang di pasar global.

Namun demikian upaya pengembangan industri kelapa sawit tetap terus dilakukan, apalagi kontribusinya tidak hanya pada neraca perdagangan negara, tetapi juga menyangkut hajat hidup orang banyak yang menggantungkan hidupnya pada sektor Elaies.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengungkapkan, komoditas Elaies merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan untuk memajukan Indonesia. Namun, upaya tersebut tidak akan tercapai bila tidak ada sinergi antara pemerintah dan pengusaha, utamanya dalam meningkatkan ekspor,  produktivitas, termasuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lebih lanjut kata Jusuf Kalla, yang perlu mendapat perhatian ialah tatkala harga turun, yang terkena dampaknya adalah para petani sawit. “Maka itu guna mengatasi masalah tersebut butuh para entrepreneurship yang menguasai teknologi bersinergi dengan pemerintah,” tutur Jusuf Kalla, saat memberikan sambutan di acara penganugerahan Indonesia Maju 2018-2019,

Pada kesempatan tersebut Jusuf Kalla menyerahkan Anugerah Indonesia Maju kategori Asosiasi Merah Putih kepada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Sebagai asosiasi yang dinilai telah berperan sebagai motor, akselerator dan inovator dalam memperjuangkan kelapa sawit yang merupakan komoditas nasional di pasar global.

Ketua umum GAPKI Joko Supriyono mengungkapkan, perjuangan GAPKI bersama dengan para petani dan pemerintah dalam memajukan industri kelapa sawit Indonesia akan terus dilakukan, utamanya dalam melawan diskriminasi maupun kampanye negatif.

Sekadar informasi, penjurian ajang penganugerahan ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan riset dan seleksi, yaitu riset kualitatif (desk research), media monitoring serta penilaian dewan juri yang terdiri dari Suryopratomo (pers); Rhenald Kasali (akademisi/ekonom); dan Tjipta Lesmana (akademisi/pakar politik).

“Penghargaan diberikan kepada tokoh maupun institusi yang visioner  dan memiliki komitmen memajukan indonesia melalui visi-visinya,” tutur salah seorang dewan juri Suryapratomo.

Selain GAPKI, sejumlah menteri juga mendapatkan Anugerah Indonesia Maju antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri BUMM, Menteri ESDM, dan Menteri Keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Bantuan? Ingin Konsulasi? Hubungi Kami